Fenomena merebaknya pemulung serta kemiskinan di Indonesia merupakan persoalan sosial yang kompleks. Sebagian orang memahami permasalahan ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.Pemulung adalah orang-orang yang bekerja dengan memilih, memungut, dan mengumpulkan sampah atau barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan atau barang yang dapat diolah kembali untuk dijual. Pemulung adalah sekelompok manusia yang mengalami kekurangan dalam sumberdaya sehingga kemampuan sosial ekonomi pemulung dalam membiayai pendidikan anak-anaknya sangat rendah, hal ini mengakibatkan anak-anak mereka cenderung tidak bersekolahatau putus sekolah karena harus ikut membantu orangtua mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

           Memaknai sejarah bisa menjadi salah satu cara untuk menemukan inspirasi. Tak terkecuali inspirasi dalam dunia pendidikan. Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai tokoh perjuangan pendidikan melalui semangat "Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" (di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan) menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia bahwa pendidikan haruslah merata. Setiap    warga  Negara berhak mendapatkan   pendidikan      yang    baik. Berangkat dari filosofi tersebut, sekelompok pemuda di Kota Pontianak menggagas Sekolah Inspirasi yang merupakan cikal bakal berdirinya Khatulistiwa Berbagi, sebuah komunitas yang bergerak pada bidang pendidikan dengan memberi edukasi gratis bagi anak-anak marjinal. Masyarakat binaan dari komunitas ini salah satunya adalah anak-anak di kampung pemulung. Perkampungan Pemulung Waduk Permai merupakan bonaan pertama dari sekolah inspirasi pada mulanya. Edukasi pendidikan yang kental dengan nilai sosial dan kemanusiaan ini mendapat banyak simpati dari banyak pihak/donatur. Suara ceria anak di perkampungan pemulung ini berhasil di tangkap oleh beberapa media lokal bahkan nasional. Berbagai program dari Khatulistiwa Berbagi hidup dari kesetiaan para rekan/relawan pendidikan maupun donatur yang memberikan dukungan materil maupun moril. Program edukasi gratis yang diberikan oleh Khatulistiwa Berbagi diantaranya: pendidikan ipa/ips yang dikemas secara menarik dengan observasi lapangan, lingkaran iman, donasi buku, sunatan massal, kunjungan lapangan ke markas TNI AU dan kapal pesiar TNI AL, pengembangan bakat dan seni, belajar sambil bermain, belajar sambil bersampan di sungai Kapuas membahas isu lingkungan sekaligus sejarah kota Pontianak serta banyak kegiatan seru lainnya. Dalam pelaksanaan edukasinya, komunitas ini memiliki basecamp yang mereka namakan Rumah Belajar Khatulistiwa Berbagi yang berlokasi di Jl. Untung Suropati, Pontianak. Berkontribusi dalam membangun pendidikan adik-adik yang kental dalam balutan aksi sosial dan manfaat tiada tara. Karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berguna bagi orang lain.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Hmm, walaupun anak-anak disana bekerja sebagai pemulung sebaiknya pendidikan disana harus tetap berjalan jangan sampai putus ditengah jalan. Kiranya pemerintah yang bertugas dibagian seperti ini lebih memperhatikan nya yaa, Good Job yen!!

    BalasHapus
  3. Saya mengapresiasi polemik sosial yang anda sampaikan di blog ini. Disini sudah seharusnya pemerintah yang khususnya pemerintah pontianak tidak boleh menutup mata dengan hal ini, aspek pendidikan adalah aspek yang paling penting tentang bagaimana cara menumbuhkembangkan suatu negara dan generasi muda ialah genarasi penerus. Jika dari penumbuhkembangan generasi muda yang sudah jauh dari kata layak. Bagaimana bangsa atau negara ini akan menjadi negara maju. Sudah seharusnya pemerintah memiliki solusi akan hal hal yang menyangkut tentang kemajuan negara. Seperti halnya memberikan fasilitas yang layak bagi pendidikan generasi muda yang khususnya, saya harap bukan hanya dari komunitas yang memiliki pemikiran untuk maju tapi harus dari penguasa(pemerintah) yang notabenanya ialah pengambil kebijakan yang ikut ambil andil.

    BalasHapus
  4. Semoga dengan ini pemerintah lebih memperhatikan fasilitas pendidikan dan semangat dari anak-anak itu untuk belajar perlu kita apresiasi

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. pendidikan.yang ada di daerah tersesebut harus slalu di perhatikan oleh pemerintah setempat.
    sehingga anak anak pemulung juga harus tetap memperoleh pendidikan yang baik

    BalasHapus
  7. Pemerintah harus memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat yg kurang mampu

    BalasHapus
  8. Pemerintah harusya memberikan pendidikan yang bagus, yang berkualitas bagi penduduk yang kurang bisa merasakan pendidikan indonesia.

    BalasHapus
  9. Pemerintah Indonesia seharusnya lebih memperhatikan polemik ini biar pun anak2 disana bekerja sebagai pemulung meraka tetap berhak mendapatkan pendidikan yang layak sma seperti anak-anak lainya meraka berhak nenerima pendidikan kurang lebih 12 tahun , apalagi mereka mempunyai semangat belajar yg tinggi

    BalasHapus
  10. Walaupun bekerja sebagai pemulung, anak-anak di seluruh pelosok indonesia wajib mengenyam pendidikan 9 tahun dan hal tersebut sudah tercantum di dalam Undang-Undang. Pemerintah juga sudah membuat banyak kebijakan atau keringanan di bidang pendidikan seperti adanya Kartu Indonesia Pintar, Biaya Operasional Sekolah dan masih banyak lagi yang lainnya. Disini bukan pemerintah saja yang dituntut untuk aktif, tetapi dari masyarakatnya juga harus aktif untuk mengetahui bagaimana cara untuk dapat menikmati kebijakan tersebut. Jika semuanya sudah bekerja sesuai peran masing-masing hambatan seperti ini dapat diminimalisir. Menurut saya hal ini terjadi karena kurangnya informasi di kalangan masyarakat.

    BalasHapus
  11. Pemerintah setempat harusnya lebih memperhatikan pendidikan di daerah tersebut. Agar anak anak yang tinggal di daerah tersebut juga mandapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak anak pada umumnya.

    BalasHapus
  12. Pemerintah setempat harusnya lebih memperhatikan pendidikan di daerah tersebut. Agar anak anak yang tinggal di daerah tersebut juga mandapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak anak pada umumnya.

    BalasHapus
  13. Pemerintah setempat harusnya lebih memperhatikan pendidikan di daerah tersebut. Agar anak anak yang tinggal di daerah tersebut juga mandapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak anak pada umumnya.

    BalasHapus
  14. Semoga pemerintah lebih memperhatikan pendidikan dan juga memperhatikan anak-anak yang berada didaerah tersebut untuk mengenyam pendidikan.

    BalasHapus
  15. Pemerintah seharusnya tidak bolleh terlalu terpaku pada kebijakan politik tapi juga harus memperhatikan nasib anak-anak bangsa kita ini.

    BalasHapus
  16. Generasi muda penerus Bangsa ini harus mendapatkan pendidikan yang benar-benar profesional dan di didik budi pekerti yang baik sejak dini dengan menfasilitasi sekolah dan pembelajaran yang berkualitas

    BalasHapus
  17. Walaupun bekerja sebagai pemulung, mereka juga harus mengenal pendidikan. Semoga pemerintah lebih memperhatikan anak anak yg kurang mampu agar mereka juga dapat merasakan pendidikan sama seperti kita yang telah merasakan pendidikan bahkan sampai pada perguruan tinggi. Dan dilihat dari video diatas kita harus selalu bersyukur dengan pendidikan yang kita dapat selama ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS SUBJEK