Katalogisasi Sederhana "Manfaat Katalog: Dulu dan Kini"


Manfaat Katalog: Dulu dan Kini

Oleh :

Yenni Rahmawati Dewi S
1712312006
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak
Tujuan dari pembuatan paper ini adalah untuk mengetahui Manfaat dari katalog dulu dan kini itu sendiri. Paper ini akan memberikan informasi mengenai Manfaat Katalog sehingga dapat menambah wawasan terhadap hal ini bagaimanakah manfaat katalog yang dulu hingga katalog yang kini dan sampai saat ini digunakan sebagai media pembelajaran. Perpustakaan harus memiliki strategi dalam memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu dengan memiliki sistem temu kembali informasi. Salah satu layanan temu kembali informasi yang disediakan oleh perpustakaan adalah layanan katalog. Katalog merupakan daftar cantuman bibliografis dari materi perpustakaan yang disusun menurut cara tertentu yang ada di sebuah perpustakan. Seiring berkembangannya teknologi informasi, sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan perpustakaan. Segala informasi mengenai manfaat katalog dapat diketahui setelah membaca paper dibawah ini.

Kata Kunci : Manfaat , Katalog , Dulu , Kini

Latar Belakang
Pada era digital saat ini, informasi bukanlah sesuatu hal yang sulit ditemui. Informasi dapat ditemukan dimanapun dan kapanpun, yang membedakannya informasi tersebut relevan atau tidak relevan. Pada perpustakaan, dalam melakukan pencarian informasi pengguna dapat menggunakan sistem temu kembali informasi yang disediakan oleh perpustakaan agar memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhannya. Tanpa adanya sistem temu kembali informasi, dalam penelusuran informasi akan memakan banyak waktu. Sebab, sistem temu kembali informasi memudahkan pengguna untuk menemukan informasi yang dibutuhkannya dengan cepat dan akurat, namun tergantung pada ketersediaan koleksi pada perpustakaan.
Seiring berkembangannya waktu, perkembangan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan perpustakaan. Sama halnya dengan informasi, dari waktu ke waktu akan mengalami peningkatan kebutuhan informasi. Untuk itu, perpustakaan harus memiliki strategi dalam memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu dengan memiliki sistem temu kembali informasi. Salah satu layanan temu kembali informasi yang disediakan oleh perpustakaan adalah layanan katalog. Dengan adanya katalog, maka akan membantu pengguna untuk mempersingakat waktu dalam pencarian informasi dan mendapatkan koleksi yang diinginkan oleh pengguna. Sehingga peran perpustakaan yaitu sebagai tempat untuk mencari ilmu pengetahuan, kebudayaan, penyimpan informasi, dan lain se bagai nya akan terlaksana dengan baik guna mencapai tujuan yang diharapkan. Penerapan Teknologi Informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di perpustakaan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang saat ini. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan dari waktu ke waktu. Dalam mengukur sebuah perpustakaan bukan dilihat dari perkembangan jenis perpustakaannya, seperti gedung yang digunakan, jumlah koleksi yang tersedia maupun lainnya. Namun, diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan oleh perpustakaan.
Perpustakaan sebagai suatu system informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Untuk itu informasi yang ada di perpustakaan perlu diproses dengan system katalogisasi. Katalog adalah daftar barang yang berada pada suatu tempat. Dengan demikian katalog perpustakaan adalah daftar bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan. Untuk menyampaikan kepada pemakai bahan pustaka apa yang dimiliki perpustakaan, disediakan katalog yang mencatat ciri masing-masing bahan pustaka yang diperlukan untuk mengindenfikasikannya dan membedakan satu bahan pustaka dari yang lain. Untuk mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog merupakan alat pencari yang terpenting. Akan sulit sekali, bahkan mustahil, untuk menggunakan perpustakaan yang sedang besarnya tanpa ada katalog. Dapat dikatakan bahwa katalog perpustakaan merupakan kunci untuk menemukan bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan.

Pengertian Katalog
Katalog berasal dari bahasa Latin “catalogus” yang berarti daftar barang atau benda yang disusun untuk tujuan tertentu. Beberapa definisi katalog menurut para ahli ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut :
1. Katalog adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi yang disusun menurut prinsip tertentu. (Sulistyo-Basuki, 1991 : 315)
2. Katalog perpustakaan adalah susunan yang sistematis dari seperangkat cantuman bibliografis yang merepresentasikan kumpulan dari suatu ko leksi tertentu. Koleksi tersebut terdiri dari berbagai jenis bahan, seperti buku, terbitan berkala, peta, rekaman suara, gambar, notasi musik, dan sebagainya (Taylor 1992, 6). 
3. Katalog adalah suatu daftar dari, dan indeks ke, suatu koleksi buku dan bahan lainnya. (Hunter, 1991:1) .
4. Katalog perpustakaan adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan- bahan lain dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. (Gates, 1989: 62)
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa katalog perpustakaan merupakan daftar dari koleksi perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan. Berkembangnya teknologi pada saat ini membuat katalogisasi dalam bentuk online sangat dibutuhkan oleh pemustaka. Karena, katalog online memudahkan pemustaka dalam mengakses informasi dimanapun dan kapanpun mereka berada. Namun, tetap harus tetap terkoneksi dengan jaringan internet. Ini merupakan salah satu strategi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan akan pemustakanya. Pekerjaan mengkatalog atau membuat katalog adalah suatu pekerjaan yang sangat dinamis sifatnya, senantiasa ada perubahan trend baru dalam hal pedoman maupun cara mengolahnya, sebut saja dalam masalah penentuan deskripsi dan nomor klasifikasi sudah mengalami berkali-kali revisi dan pembaharuan, begitu juga dalam hal penetuan nomor klasifikasi. Katalog perpustakaan adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah,  kartografi, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat membantu Pemustaka (user) maupun Pengelola (Pustakawan) untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat. Salah satu pekerjaan teknis di perpustakaan adalah kerja “katalogisasi” ini adalah proses pembuatan kartu katalog. Katalogisasi  berasal dari kata katalog yang artinya adalah sebuah daftar, oxford dictionary memberi ciri: katalog adalah suatu daftar yang disusun secara sistematis, misalnya menurut abjad dan biasanya dibubuhi penjelasan singkat atau ciri yang menunjukkan kedudukannya.Sedangkan katalog perpustakaan artinya adalah: daftar buku atau bahan lain yang terkumpul di suatu perpustakaan/suatu koleksi; daftar ini disusun menurut suatu susunan yang mudah dikenali;berisi keterangan dari buku;disajikan dalam bentuk tertentu, yang dikatakan dengan susunan yang mudah dikenal adalah menurut abjad, atau menurut imbol klasifikasi dari subjek buku. Sedangkan yang dimaksud dengan keterangan dari buku adalah judul, pengarang, editor, pelukis, penterjemah, keterangan cetakan, imprint, lokasi dan lain sebagainya. Keterangan dari buku ini harus diberikan dalam bentuk dan susunan menurut peraturan katalogisasi.

Tujuan dan Fungsi Katalog Perpustakaan  
Berdasarkan uraian di atas, katalog adalah daftar bahan pustaka yang dikoleksi oleh perpustakaan tertentu, yang merupakan wakil bahan pustaka tersebut dan disusun secara sistematis (berabjad, berkelas) yang bertujuan untuk membantu para pemakai jasa perpustakaan dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan.Melalui katalog tersebut maka tujuan pemakai untuk dapat dengan mudah dan cepat menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan dapat tercapai. 
Adapun tujuan katalog seperti dikemukakan pertama sekali pada tahun 1867 oleh Cutter, dalam Sulistyo-Basuki, (1991 : 316) adalah:
1.     memungkinkan seseorang menemukan sebuah bahan pustaka yang diketahui berdasarkanpengarang, judul atau subyeknya; 
2.     menunjukkan bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan oleh pengarang tertentu, dalam subyek tertentu, atau dalam bentuk literature tertentu; dan
3.     membantu memilih bahan pustaka berdasarkan edisinya atau karakternya. 
Tujuan pertama dari uraian diatas memberi penekanan yang luas akan fungsi perpustakaan bahwa katalog perpustakaan merupakan sarana alat bantu yang dapat digunakan oleh pengguna untuk menemukan bahan pustaka yang diinginkan dengan berdasarkan pengarang, judul atau subjek. Tujuan kedua adalah memberi  penekanan bahwa katalog  perpustakaan dapat menginformasikan koleksi apa saja yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan sedangkan tujuan yang ketiga adalah katalog perpustakaan dapat membantu pengguna memilih sebuah buku berdasarkan edisi atau karakternya.
Dari uraian diatas jelas bahwa fungsi dari pembuatan katalog perpustakaan pada umumnya adalah:
1.     Sebagai alat pengumpul atau “assembling list”, yang fungsinya mencatat, mendaftar atau  mengumpulkan setiap koleksi yang ada di perpustakaan dibawah entrientrinya.
2.     Sebagai alat pencari atau penelusur (“finding list”), yang membimbing pemakai untuk mencari dan menelusuri koleksi yang dicari dibawah entri-entri dari koleksi atau karya tersebut.
3.     Sumber yang memberikan alternatif pilihan karya .
4.     Memberikan petunjuk dimana buku disusun dalan rak
5.     Sumber penyusunan bibliografis Dari tujuan dan fungsi inilah nampak betapa pentingnyakatalog perpustakaan, karena katalog merupakan kunci bagi koleksi suatu perpustakaan. 

Jenis-Jenis Katalog Perpustakaan
1.   Katalog Kartu
Card Catalogue (katalog kartu) merupakan jenis katalog yang paling umum di perpustakaan  seluruh dunia, sebelum peran komputer menggantikannya. Setiap entri dituangkan dalam kartu standar berukuran 7.5 X 12,5 cm. Kumpulan entri ini kemudian disusun secara sistematis berdasarkan pengarang, subyek, judul dan call number ke dalam almari katalog. Katalog kartu sangat fleksibel terhadap perubahan koleksi perpustakaan, karena jenis katalog ini akan dengan mudah diadakan penambahan dan pengurangan/ penyusutan maupun perubahan terhadap entrinya bisa dilakukan pada kartu itu sendiri, dan kemudian di-file kembali. Kelebihan ialah Fleksibilitas, Mudah digunakan, Mudah dalam pembuatan dan perawatan . Adapun kekurangan dari katalog kartu ialah Perolehan informasi terbatas dan lebih lama, Katalog mudah rusak karena vandalism, Harus selalu mengupdate, Biaya pengadaan kartu katalog tinggi, Pengguna harus antri, karena tidak mungkin menyediakan lebih banyak almari katalog, Sistem pengatalogan yang digunakan, dalam catalog kartu masih menggunakan system manual atau kertas (kartu) sebagai hasil atau wakil bahan pustaka.
2. Katalog Lembaran / berkas (Sheaf)
Merupakan kumpulan kertas/ kartu berupa lembaran berukuran 7,5 x 12,5 cm atau 10 x 15 cm ada juga yang 10 x 20cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas. Contoh: katalog perpustakaan museum nasional. Kelebihannya ialah Mudah dibuat, Dapat diperbanyak dengan mudah, murah, dan cepat, Ekonomis, yaitu tidak memerlukan biaya tinggi dalam pembuatannya, Ringkas, yaitu hemat tempat. Kekurangannya ialah Katalog lembaran saat ini dinilai kurang praktis.
3. Katalog Buku
Katalog Buku adalah katalog tercetak dalam bentuk buku, yang masing-masing halamannya memuat sejumlah entri. Contohnya adalah katalog penerbit yang biasanya dibuat oleh sebuah perusahaan penerbitan, katalog ini biasa digunakan untuk membantu seleksi bahan pustaka bagi petugas perpustakaan. Qalyubi (2007) menyebutkan bahwa katalog buku berupa daftar judul-judul bahan pustakan yang ditulis atau dicetak pada lembaran-lembaran yang berbentuk buku. Pada perkembangannya, katalog buku ditujukan agar katalog tidak berceceran, sehingga katalog tersebut dijilid menjadi satu dan muncul yang namanya katalog buku atau katalog tercetak. Kelebihannya ialah Biaya pembuatannya murah, Mudah dicetak, Mudah dikirim ke berbagai perpustakaan atau instansi lain, Mudah dibawa kemana-mana, Tidak memerlukan filling seperti kartu catalog. Kekurangannya ialah Tidak fleksibel karena penyisipan dan pengeluaran entri katalog tidak mudah dilakukan, Jika terjadi penambahan koleksi akan sulit untuk dimasukkan ke dalam daftar yang telah dibuat.
4. Katalog Mikrofis
Mikrofis adalah reproduksi dari lembar – lembar film negatif yang ditata dalam jaket film berukuran 10 x 15 cm. Mikrofis merupakan media yang berisi dokumen yang dapat diperkecil hingga 18 x 90 kali dari bentuk aslinya. Media ini dapat memuat 60- 80 halaman buku bahkan bisa memuat 500 halaman buku lebih, tergantung berapa banyak bahan informasi yang dijadikan mikrofis. Kelebihannya ialah, Dalam segi biaya pemeliharaannya lebih murah dari pada katalog kartu, Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya, Mikrofis mudah diperbanyak dan disebarkan. Kekurangannya ialah Untuk pengadaan, mikrofis membutuhkan banyak biaya, Dalam penggunaan bagi pengguna awam akan kesulitan dari pada katalog kartu.
5. Katalog Terpasang (OPAC)
Katalog on-line atau OPAC (Online Public Access Catalog) merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Pangkalan datanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkat lunak komersial atau buatan sendiri. Kelebihannya ialah OPAC menawarkan lebih banyak titik akses untuk satu catatan (rekod), Menyediakan akses ke jangkauan yang luas dan informasi siaga (cepat), Menyediakan informasi yang mungkin tidak tersedia dalam bentuk cetak, Menghubungkan ke informasi terkini (update) karena secara online database diperbarui secara lebih cepat dan lebih sering, Menghilangkan hal-hal yang membutuhkan pekerjaan klerikal yang membosankan seperti mengetik dan menata kartu catalog, Menawarkan fasilitas pencarian lebih cepat dan kemampuan pencarian menggunakan operator Boolean, Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas, Penelusuran dilakukan dari beberapa tempat tanpa harus mengunjungi perpustakaan , yaitu dengan menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Are Network). Kekurangannya ialah Database OPAC perlu di update atau memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik, Dengan menggunkan sistem online, OPAC dapat memiliki kemungkinan untuk di hack pihak lain, Terkait pencarian pada OPAC diperlukan sustu sistem yang memungkinkan kata kunci ditelusur secara tepat, selain itu juga memungkinkan perbaikan jika ada kesalahan kecil yang dimasukkan pengguna terkait kata kunci yang dicari, Dengan penggunaan teknologi internet, tak jarang koneksi yang dimiliki pengguna merupakan aspek penting dalam pencarian, misalnya ada gangguan sinyal dan sebagainya.
6. Katalog Induk
Menurut Magetsari (1992) mengemukakan bahwa catalog induk adalah catalog dari beberapa bagian perpustakaan atau beberapa perpustakaan dengan penunjukan tempat, dapat dapat berupa catalog pengarang, catalog subyek dari semua buku yang dimiliki, atau catalog buku-buku pilihan yang terbatas pada subjek atau jenis bahan tertentu. Kelebihannya ialah, Mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), Mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), Menopang silang layan (interlibrary loan). Kekurangannya ialah Tidak mudah untuk menggabungkan sistem perpustakaan yang bersifat individual kedalam suatu sistem yang terintegrasi secara total, Sistem berbasis komputer tidaklah murah.
7. Katalog Nasional
Katalog nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu Negara dan disimpan pada suatu lokasi atau perpustakaan tertentu. Adapun tujuan dari katalog Nasional ini adalah dapat memudahkan pengguna dalam menemukan informasi mengenai dokumen yang dimiliki lembaga-lembaga Negara sehingga semua dokumen tersebut dapat terintegrasi penempatannya. Kelebihannya ialah, Informasi dokumen menjadi lebih tersentralisasi, Bisa dijadikan sebagai arsip bukti bahwa sebuah lembaga pernah mengeluarkan suatu dokumen tertentu. Kekurangannya ialah Hanya terdapat pada lokasi tertentu saja, Akses peminjaman sulit.
8. Katalog Penerbit
Katalog penerbit merupakan daftar buku yang diterbitkan atau dijul oleh suatu penerbit atau toko. Fungsi katalog ini adalah sebagai sarana promosi bagi penerbit/ toko buku. Dalam katalog penerbit terdapat informasi mengenai judul, pengarang, tahun terbit, jumlah halaman, harga buku dan sering pula menyertakan anotasi atau deskripsi cakupan isi buku. Kelebihannya ialah Menginformasikan harga buku yang ingin dibeli, Pihak yang ingin membeli buku tidak perlu datang langsung ke penerbit, Memudahkan pengguna dalam melakukan seleksi buku ketika ada pembelian atau pengadaan buku. Kekurangannya ialah Biaya mahal, Biasanya penerbit mengirim katalog penerbit pada perpustakaan tertentu, sehingga kurang dapat menjaring konsumen yang lebih luas, Setelah digunakan biasanya katalog penerbit sudah tidak dapat difungsikan lagi, Ketika penerbit mengeluarkan koleksi terbaru, tidak dapat ditambahkan langsung pada katalog, sehingga perlu menerbitkan katalog lagi.
9. Katalog Web Pac
Web-OPAC atau katalog berbasis web adalah katalog perpustakaan yang memiliki versi di web atau internet dan adalah generasi berikutnya dari OPAC. Web-OPAC menggunakan protokol yang lebih luas dalam memberikan Katalog Perpustakaan. Hal ini diprogram untuk memfasilitasi pengguna perpustakaan untuk mengakses OPAC walaupun dengan jarak jauh. Kelebihannya ialah Penggunaannya yang bersifat global, dimana seseorang dapat mengaksesnya kapan saja dan di mana saja, Status buku apapun dapat diketahui seperti apakah buku tersebut diterbitkan atau tidak, hilang atau dipindahkan, dan lainnya, Pengguna dapat mengirim permintaan cetak ulang segera melalui e-mail, Memiliki daftar koleksi yang dicetak ulang. Kekurangannya ialah penggunaannya yang menggunakan teknologi mesin yang membutuhkan listrik/baterai dan juga internet, Web-OPAC tidak dapat diakses tanpa bantuan dua elemen tersebut.
Perbedaan OPAC dan Web-OPAC :Penggunaan OPAC tergolong terbatas dan hanya dapat diakses pada jaringan LAN, yang hanya dapat menampung pengguna yang sedikit. Sedangkan Web-OPAC, bersifat global, dimana pengguna dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja, Pengguna harus mengikuti program perangkat lunak OPAC tertentu yang terdapat dalam perpustakaan tersebut. Sedangkan Web-OPAC, menggunakan data HTML yang digunakan dalam bentuk hyperlink

Manfaat Katalog Dulu Hingga Kini
Pada mulanya katalog hanya dimanfaatkan untuk peralatan militer dan digunakan untuk kepentingan kepentingan di depatermen Amerika Serikat. Dan katalog tersebut di gunakan berdasarkan kepentingan depatermen depatermen di Amerika Serikat. Pada tahun 1932 Presiden Roosevelt ingin menyeragamkan katalog namun sayang di depatermen depatermen lain tidak ingin menyeragamkannya juga, akibatnya pengkatalogan peralatan militer menjadi kacau. Kekacauan ini berimbas pada keuangan dan membahayakan Negara. Pada tahun 1930 sampai pada tahin 1935 dilakukannya lah penerbitan katalog sebanyak 155.000 items dan hingga tahun 1935 item item tersebut semakin bertambah banyak dan juga isi dari item item tersebut dapat di katakana double sehingga pada waktu itu katalog yang di buat tersebut dirasa tidaklah bermanfaat. Pada saat itu seiring dengan kemajuan teknologi system katalogisasi ini digunakan lebih lanjut oleh Presiden Truman dengan cara melaksanakan kerja sama antar depatermen melalui persetujuan dan kerja sama. Dan pada akhirnya system katalog yang sudah terbentuk ini harus di jaga keberadaanya dan kelangsungannya sebab setiap hari pasti akan mucul item item yang baru ataupun item item yang sudah tidak di pakai lagi dari system katalog ini.
Dan sekarang di era modern ini katalog juga ada hubungannya denga World Wide Web, manfaat dari hubungan ini adalah untuk mengubah perilaku para pengguna dalam mencari informasi di perpustakaan. Katalog yang berada di perpustakaan tidak lagi sering di gunakan karena katalog tersebut dianggap hanya sebatas untuk mencari bahan pustaka tersebut. Bahkan jika daftar bahan pustaka yang kita inginkan ada di dalam katalog itu belum tentu bahan pustaka yang terdaftar tersebut ada di dalam rak rak buku tersebut. Pada saat ini katalog perpustakaan terdiri dari deskripsi yang singkat yang sangat standar karena aturan pengkatalogan yang di gunakan adalah AACR2 ( Anglo American Cataloguing Rules 2 ). Pada zaman yang modern ini, katalog perpustakaan harus mampu berperan tidak hanya sebagai sarana temu kembali informasi, tetapi informasi yang ada di perpustakaan harus mendukung funsi manajemen perpustakaaan seperti, pengawasan inventaris, pengembangan koleksi, pengadaan, pemeriksaan bahan pustaka baru, manajemen anggaran dan lain lain. Katalog juga harus memiliki manfaat sebagai sarana yang mampu menghubungkan antara perpustakaan dan ruang pengetahuan yang ada di web. Katalog yang di era modern seperti ini yang paling sering di gunakan ialah OPAC ( Online Public Access Catalog ). OPAC merupakan katalog yang tersimpan di komputer dan dapat diakses dari berbagai titik atau lokasi dengan cara bergabung dengan suatu jaringan. Manfaatnya adalah sebagai penelusuran informasi secara cepat dan tepat, penelusuran juga dapat dilakukan secara bersama sama tanpa ada yang terganggu. OPAC disini fungsinya tentu melebihi kegunaan katalog kartu, OPAC juga bentuk fisiknya tidak tercetak melainkan ia memliki bentuk fisik yang digital dalam computer, dan masih banyak lagi manfaat dan kelebihan dari OPAC di bandingkan dengan katalog yang ada pada zaman dulu. Pada prinsipnya katalog adalah suatu daftar yang mewakili  koleksi yang dimiliki sebuah perpustakaan yang disusun menurut sistem tertentu secara alfabetis untuk memudahkan pengguna menemukan informasi yang dibutuhkan. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari bentuk catalog yang digunakan oleh sebuah perpustakaan keberadaan catalog masih sangat diperlukan.  Banyak hal yang dapat diperoleh manfaat  dari adanya katalog perpustakaan antara lain adalah :
1.     Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan : yang ditulis oleh pengarang tertentu,
a.     dengan judul tertentu,
b.    mengenai subjek tertentu;
2.     Untuk mengetahui buku-buku apa yang ada di perpustakaan lain;
3.     Untuk mengetahui buku-buku apa yang beredar di pasaran;
4.     Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di suatu negara;
5.     Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan;
6.     Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/ penerbit.
7.     Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap perpustakaan wajib memiliki dan menyediakan katalog perpustakaan baik itu katalog konvensional (berbentuk kartu) maupun katalog online (OPAC) sebagai media temu balik informasi . Keberadaan katalog perpustakaan sangat diperlukan karena perpustakaan tanpa katalog hanya sebatas  kumpulan koleksi dimana pengguna tentu  akan mengalami kesulitan dalam  menemukan bahan pustaka yang ada di perpustakaan.  Perpustakaan pada saat ini benar benar mengikuti perkembangan zaman yang cukup pesat. Dengan adanya perkembangan teknlogi informasi, perpustakaan seolah olah tidak ingin sampai ketinggalan dengan perkembangan zaman yang modern ini. Pada prinsipnya katalog adalah suatu daftar yang mewakili  koleksi yang dimiliki sebuah perpustakaan yang disusun menurut sistem tertentu secara alfabetis untuk memudahkan pengguna menemukan informasi yang dibutuhkan. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari bentuk catalog yang digunakan oleh sebuah perpustakaan keberadaan catalog masih sangat diperlukan. 

Daftar Pustaka
Artha, Niki. 2013. Nikiartha – Katalog Online. Diakses pada 12 Februari 2018 https://nikiartha.wordpress.com/2013/01/19/katalog-online/
Anis masruri dkk, Dasar-dasar katalogisasi. yogyakarta: fakultas adab dan ilmu budaya uin, 2008.
Hasugian, Jonner. 2009. Katalog Perpustakaan: dari Katalog Manual Sampai Katalog Online (OPAC). Medan: USU Digital Library. Diakses 13 Februari 2018 http://duniaperpustakaan.com/2010/10/04/fungsi-katalog-induk-dalam-memenuhi-kebutuhan-informasi-stakeholders-2/
Helsa. 2014. Katalogiasasi, (Online), Diakses 13 Februari 2018 http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=36
Monisa, M. Tanpa tahun. PERSEPSI KEMUDAHAN DAN KEGUNAAN OPAC PERPUSTAKAAN UNAIR (Study Deskriptif Menilai Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kegunaan OPAC Oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Airlangga), (Online),Diakses 12 Februari 2018 http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-Jurnal%20Martina.pdf.
Novian. 2011. Social Network – Katalog Perpustakaan dari Katalog Manual Samai Katalog Online ( OPAC ). Diakses pada 13 Februari 2018 http://novian-r-p-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37861PerpustakaanKATALOG%20PERPUSTAKAAN%20Dari%20Katalog%20Manual%20Sampai%20Katalog%20Online%20(OPAC).html
Sulistyo-Basuki.  Pengantar Ilmu Perpustakaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991
Syam, E. 2016. Perpustakaan Iqra – Pengertian, Jenis dan Manfaat Katalog. Diakses pada  13 Februari 2018 http://www.perpustakaan-iqra.com/2016/03/pengertian-jenis-dan-manfaat-katalog.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS SUBJEK