KLASIFIKASI SEDERHANA "SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KLASIFIKASI SECARA UMUM"
Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum
Oleh :
Yenni Rahmawati Dewi S
1712312006
Program D3
Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak
Tujuan
dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses sejarah dan
perkembangan Klasifikasi secara umum. Paper ini akan memberikan informasi
mengenai Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi dari berbagai sumber informasi .
Secara umum Klasifikasi adalah suatu cara penyusunan atau pengelompokan sesuatu
agar menjadi sistematis sedangkan Klasifikasi mahluk hidup adalah
pengelompokan mahluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang
dimilikinya. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi mahluk
hidup disebut dengan Taksonomi.
Tujuan klasifikasi adalah untuk memudahkan mengenali jenis-jenis makhluk
hidup serta memudahkan untuk mengetahui nama-nama ilmiah dalam biologi.
Perkembangan klasifikasi makhluk hidup dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan
dari segi sifatnya dan dari segi pembagian kingdomnya. Dalam hal ini informasi mengenai
Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi pada Tumbuhan dapat diketahui setelah
membaca paper ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat guna menambah wawasan
lebih dalam mengenai sjarah dan perkembangan klsifiksi secara umum.
Kata kunci : Sejarah, Perkembangan,
Klasifikasi
Latar Belakang
Dalam mempelajari
makhluk hidup yang beragam, para pakar melakukan penggolongan atau klasifikasi.
Makhluk hidup di dunia ini jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam.
Komponen makhluk hidup meliputi dimulai dari laut, dataran rendah, sampai di
pegunungan terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka
ragam. Dengan jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami
kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah
dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk
mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem
Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan). Dalam system klasifikasi terlebih
dahulu dilakukan pencandraan atau identifikasi. Identifikasi didasarkan pada
persamaan atau perbedaan ciri bentuk luar (morfologi), susunan tubuh (anatomi),
faal tubuh (fisiologi), perilaku dan kromosom (gen). Sistem klasifikasi selalu
mengalami pengembangan seiring dengan perekembangan ilmu penegetahuan.
Klasifikasi secara
umum adalah suatu cara penyusunan, penggolongan atau pengelompokan sesuatu agar
menjadi sistematis. Klasifikasi makhluk
hidup merupakan proses pengaturan makhluk hidup dalam tingkat-tingkat kesatuan
kelasnya yang sesuai secara ideal. Ini dicapai dengan menyatukan
golongan-golongan yang sama dan memisahkan golongan-golongan yang berbeda.
Hasil proses pengaturan ini ialah suatu sistem klasifikasi yang menyatakan
adanya hubungan kekerabatan organisme. Para ahli Biologi telah membuat cabang
Biologi khusus mengenai klasifikasi yang disebut Taksonomi. Taksonomi
merupakan ilmu tentang identifikasi tatanama dan klasifikasi makhluk hidup
berdasarkan aturan tertentu.Klasifikasi makhluk hidup menggunakan dasar atau
kriteria tertentu, yaitu persamaan ciri atau sifat morfologi, fisiologi, dan
anatomi yang terdapat pada makhluk hidup. Sistem klasifikasi makhluk hidup
terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya
Taksonomi. Saat ini diketahui terdapat 3 (tiga) system klasifikasi makhluk
hidup, yaitu Sistem Artifisial (Buatan), Sistem Alami, dan Sistem Filogenetik.
Makhluk hidup yang ada di bumi ini sangat banyak dan beraneka ragam.
Bahkan di tiap daerah memiliki jenis makhluk hidup yang khas, yang tidak ditemukan
di daerah lain. Identifikasi didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri
bentuk luar (morfologi), susunan tubuh (anatomi), faal tubuh (fisiologi),
perilaku dan kromosom (gen). Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri
dikelompokkan kedalam suatu unit Yang disebut takson, dan takson disusun dari
tingkat yang tertinggi ketingkat terendah. Makhluk hidup yang memiliki sedikit
persamaan ciri dikelompokkan kedalam tingkatan takson yang tinggi, dan
sebaliknya makhluk hidup yang banyak memiliki persamaan ciri dikelompokkan
kedalam golongan yang sama atau tingkatan takson terendah. Makhluk hidup yang
memiliki banyak kesamaan cirimerupakan makhluk hidup yang memiliki kekerabatan
yang dekat. Sebaliknya, makhluk hidup yang memiliki banyak perbedaan cirri
merupakan makhluk hidup yang jauh kekerabatannya. Klasifikasi ini bertujuan untuk mempermudah pengenalan
dan pembelajaran terhadap makhluk hidup serta mempermudah dalam
mengkomunikasikannya kepada orang lain. Klasifikasi bertujuan untuk
menyederhanakan objek studi yaitu mencari keanekaeragaman dalam keseragaman.
Kesamaan – kesamaan atau keseragaman itulah yang nantinya akan menjadi dasar
dalam pengklasifikasian jadi suatu takson atau suatu unit mempunyai sejumlah
kesamaan - kesamaan sifat. Semakin rendah tingkatan suatu takson maka
keseragaman individu dalam takson itu makin semakin dekat kekerabatannya
(kesamaannya lebih banyak).. Dari istilah individu dan dunia maka dapat
dibentuk urutan takson dari yang paling besar ke yang kecil
yaitu, divisi, kelas, bangsa , suku, rumpun, marga, seksi, seri,
jenis, varietas, dan bentuk.
Pengertian
Klasifikasi
Klasifikasi sendiri merupakan kata serapan dari
bahasa Belanda, classificatie, yang berasal dari bahasa Prancis classification.
Istilah ini menunjuk kepada sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis
atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.bisa pula dikatakan
bahwa klasifikasi adalah pembagian sesuatu menurut kelas-kelas. Secara harafiah
bias pula dikatakan Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan
pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem
klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan
struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut
dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki
persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal
pada masa sekarng dengan Carolus Linnaeus. Klasifikasi ilmiah menunjuk bagaimana seorang ahli biologi
mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun
yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang
mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki.
Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga
konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan
tidak mudah oleh sebab itu dibuatlah klasifikasi sebagai pengelompokan makhluk
hidup.
Dasar-dasar Klasifikasi
1.
Berdasarkan Persamaan
Kita dapat mengelompokkan maklhuk hidup
berdasarkan mersamaannya seperti pada sapi dan kuda.Dengan mengamati
ciri-cirinya kita dapat memasukkan kuda dan sapi kedalam kelompok hewan
bertulang belakang, atau kedalam kelompok hewan menyusui (mamalia) karena
memiliki kelenjar susu. Kuda dan sapi juga dapat dimasukkan kedalam kelompok
hewan tetrapoda (berkaki empat) karena sama .
2.
Berdasarkan
Perbedaan
Meskipun kuda dan sapi merupakan satu
kelompok hewan mamalia, kita dapat pula memisahkan keduanya sebagai kelompok
yang berbeda berdasarkan perbedaan cirinya. Misalnya, kuda memiliki jumlah jari
yang ganjil pada setiap kakinya sehingga termasuk kedalam kelompok mamalia
berjari ganjil (perisodactya), Sedangkan sapi memiliki jumlah jari yang genap
pada setiap kakinya sehingga termasuk kedalam mamalia berjari genap
(artiodactyla) .
3.
Berdasarkan Manfaat
Pengelompokan merupakan salah satu upaya
dalam mengklasifikasi. Hampir setiap orang melakukan klasifikasi terhadap
makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengkelompokkan mawar, melati,
cemara, dan bugenfil sebagai tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela dikelompokkan
kedalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang merah, dan kacang panjang
dikelompokkan kedalam kacang-kacangan. Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapa
saja asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas.
4.
Berdasarkan
Ciri Morfologi dan Anatomi
Kalsifikasi ddidasarkan pada persamaan atau
perbedaan ciri tertentu. Ciri-ciri yang digunakan terutama adalah ciri anatomi
dan morfologi. Morfologi adalah ciri yang tampak di bagian luar tubuh,
sedangkan ciri anatomi adalah ciri yang terdapat di dalam tubuh makhul
hidup.Pada tumbuhan ciri morfologi yang dapat digunakan seperti warna bunga,
bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk daun, dan
lain-lain. Atau pada ciri anatomi seperti ada tidaknya kembiun, bentuk berkas
pembuluh,-sama memiliki empat kaki.
Tahap Klasifikasi
Tahapan dalam
klasifikasi mahluk hidup yang dilakukan oleh Linnaeus adalah sebagai
berikut:
1.
Pencandraan
atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri
mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
2.
Pengelompokan,
yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.
Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu
kelompok yang sama yang disebut dengan takson, dan ilmu yang
mempelajarinya disebut taksonomi
3.
Pemberian
nama(Bionium Nomenclature) takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi,
selanjutnya diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu
kelompok mahluk hidup tertentu.
Tujuan Klasifikasi
1. Mengelompokkan
makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
2. Mengetahui
ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup
dari jenis lain
3. Mengetahui
hubungan kekerabatan makhluk hidup
4. Memberi
nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama serta
Mempermudah mengenali mahluk hidup
5. Membandingkan
dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan
perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Sejarah dan
Perkembangan Klasifikasi
Ada 6 sistem sejarah
dan perkembangan klasifikasi makhluk hdup berdasarkan cara pemilihan sifat
dalam penyusunan klasifikasi , antara lain :
Klasifikasi Sistem Manfaat/ Periode tertua
Dalam periode ini
secara formal belum dikenal adanya system klasifikasi yang diakui (sejak ada
kegiatan dalam taksonomi sampai kira-kira abad ke-4 sebelum masehi). Sejak awal
kehidupan manusia bergantung pada bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan,
manusia sejak dahulu telah melakukan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam
lingkup taksonomi, seperti mengenali dan memilah-milah tumbuhan mana yang
berguna baginya dan yang mana yang tidak, termasuk pemberian nama, sehingga apa
yang ditemukan dapat dikomunikasikan kapada pihak lain. Dalam zaman prasejarah
orang telah mengenal tumbuh-tumbuhan penghasil bahan pangan yang penting
seperti yang kita kenal sampai saat ini. Jenis-jenis tumbuhan ini diperkirakan
telah diperkenal sejak 7 sampai 10 ribu tahun yang telah lalu, telah
dibudidayakan oleh bangsa Mesir, China, Asiria dan Tigris Di Timur Tengah serta
bangsa-bangsa Indian di Amerika Utara dan Selatan, sejak beberapa ribu tahun
yang lalu telah dikenal berbagai jenis tumbuhan yang merupakan penghasil bahan
pangan, sandang, dan bahan obat yang berarti bahwa sebenarnya merekapun telah
menerapkan suatu sistem klasifikasi, dalam hal ini suatu system klasifikasi
yang didasarkan atas manfaat tumbuhan, sehingga tidak dapat dianggap sebagai
system buatan yang tertua. Jelaslah
bahwa sejak berpuluh – puluh abad yang lalu orang telah terjun dalam kegiatan –
kegiatan taksonomi tumbuhan, walaupun pengetahuan yang telah mereka kumpulkan
belum begitu berarti, juga belum ditata, belum menunjukan hubungan sebab dan
akibat, sehingga belum dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan (science) menurut
ukuran sekarang. Sekalipun tidak ada bukti-bukti konkrit yang berwujud
peninggalan-peninggalan yang berupa dokumen-dokumen atau bentuk karya tulis
lainnya, tidak perlu diragukan lagi bahwa sesuai dengan pernyataan Bloembergen,
permulaan taksonomi tumbuhan harus digali dari kedalaman sejarah peradaban
manusia di bumi ini.
Periode system Habitus/ Bentuk
Taksonomi tumbuhan
sebagai ilmu pengetahuan baru di anggap pada abad ke-4 sebelum Masehi oleh
orang-orang Yunani yang dipelopori oleh Theophrastes (370-285 SM) seorang murid
dari filsuf Yunani bernama Aristoteles. Aristoteles sendiri adalah murid filsuf
Yunani yang semashur yaitu plato. Aristoteles adalah filusuf Yunani (384-422)
adalah orang yang pertama merintismengadakan klasifikasi hewanberdasarkan
ciri-cirinya. Dia berhasil mengelompokan seribu jenis hewan tang dikenalnya.
Oleh sebab itu, dia dijuluki bapa zoologi. Sistem klasifikasi yang diusulkan
bangsa Yunani dengan Theophrastes sebagai pelopornya juga diikuti oleh kaum
herbalis serta ahli-ahli botani dan nama itu terus dipakai sampai selama lebih
10 abad. Pengklasifikasian tumbuhan terutama didasarkan atas perawakan
(habitus) yang golongan-golongan utamanya disebut dengan nama pohon, perdu,
semak, tumbuhan memanjat, dan terna. System klasifikasi ini bersifat dominan
dari kira-kira abad ke-4 sebelum masehi sampai melewati abad pertengahan, dan
selama periode-periode ini ahli-ahli botani, herbalis, dan filsuf telah
menciptakan sistem-sistem klasifikasi yang pada umumnya masih bersifat kasar,
namun sering dinyatakan telah mencerminkan adanya hubungan kekerabatan antara
golongan yang terbentuk. Theophrastes sendiri yang dianggap sebagai bapaknya
ilmu tumbuhan, dalam karyanya yang berjudul Historia Plantarum telah
memperkenalkandan memberikan deskripsinya untuk sekitar 480 jenis tumbuhan.
Dalam karya ini system klasifikasi yang diterapkan oleh Theoprastes telah
mencerminkan falsafah guru dan eyang gurunya ( Aristoteles dan Plato), yaitu
suatu suatu system klasifikasi tumbuhan berdasarkan bentuk dan tekstur. Selain
golongan-golongan pohon, perdu, semak seperti yang disebut di atas, ia juga
mengadakan pengelompokan menurut umur dan membedakan tumbuhan berumur pendek
(annual), tumbuhan berumur 2 tahun (biennial), serta tumbuhan berumur panjang
(perennial). Theophrastes juga telah dapat membedakan bunga majemuk yang
berbatas (centrifugal) dan yang tidak berbatas (centripetal), juga telah dapat
membedakan bunga dengan daun mahkota yang bebas (polipetal atau dialipetal) dan
yang berlekatan (gamopetal atau simpetal) bahkan ia telah dapat mengenali
perbedaan letak bakal daun yang tenggelam dan yang menumpang. Adapun yang telah
dilakukan oleh theoprastes hasil klasifikasi tumbuhan yang telah diciptakan
masih dianggap nyata-nyata merupakan suatu sistem artifisial.
Periode Sistem Buatan/ Artificial
Periode ini terjadi
pada permulaan abad ke 18, yang ditandai dengan sifat sistem yang murni
artifisial, yang sengaja dibuat sebagai sarana pembantu dalam identifikas
tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan tekstur tumbuhan sebagai
dasar utama pengklasifikasian. Tetapi pengambilan kesimpulan mengenai
kekerabatan antara tumbuhan. Dalam periode ini tokoh yang paling menonjol
adalah Karl Linne (Carolus Linneaus) Dibawah bimbingan Dr. Rudbeck ia
menerbitkan karyanya yang pertama kali mengenai seksualitas tumbuhan. Setelah
menjadi dosen ia menerbitkan karyanya yang berjudul Hortus Uplandikus yang
memuat nama-nama semua tumbuhan yang terdapat dikebunraya di Upsala, yang
susunannya mengikuti sistem de Tournefort. karena jumlah tumbuhan dikebun raya
tadi makin besr jumlahnya maka linneaus menerbitkaan Hortus Uplandikus edisi
baru yang disusun menurut ciptaannya sendiri yang dikenal sebagai Sistema
Sexsuale atau sistem seksual. Doktor Gronovius seorang dokter dan naturalis,
begitu oleh Linneaus, dan Lawson menawarkan kepada Linneaus untuk membiayai
penerbitan naskahnya yaitu Sistema Naturae yang memuat dasar-dasar
pengklasifikasian tumbuhan hewan dan mineral. Selama tahun 1737 sewaktu
dinegeri Belanda karya Linneaus yang diterbitkan berjudul Genera Plantarum dan
Flora Lavonica sambil menunggu pencetakan naskah-naskah itu Linneaus diberi
kesempatan oleh Clifford untuk berkunjung ke Inggris, dan sekembalinya dari
Inggris selama sembilan bulan ia menyiapkan naskah Hortus Cliffortianus yang
berisi jenis-jenis tumbuhan yang dipelihara dalam kebunnya Clifford selama tiga
tahun di Belanda dari tahun 1737 sampai 1739 merupakan masa yang paling
produktif bagi Linneaus. Kurang lebih ada 14 judul tulisannya terbit waktu itu,
yang sebagian besar telah dipersiapkan ketika ia masih di Swedia. Setelah
kembali lagi ke Swedia tidak lagi terbit karyanya yang berarti dari linneaus
selain spesies plantarum yang terbit 1 mei 1753. Pada tahun 1775 ia
mengundurkan diri sebagai guru besar dan tiga tahun kemudian meninggal dunia
setelah menderita sakit selama kurang lebih 2 tahun (10 januari 1778).
Sistem klasifikasi
tumbuhan yang diciptakan oleh Linnaeus masih dikategorikan sebagai sistem
artivisial. Nama Sistema Sexsuale untuk sistem yang diciptakan sebenarnya tidak
begitu tepat karena pada dasarnya sistem ini tidak ditekankan pada masalah
jenis kelamin, tetapi pada kesamaan jumlah alat-alat kelamin seperti jumlah
benangsari. Nama-nama golongan tumbuhan yang diciptakan oleh linnaeus seperti
monandria (berbenang sari tunggal), diandria (berbenangsari dua), triandria
berbenangsari tiga dan seterusnya. Itulah sebabnya sistem klasifikasi tumbuhan
ciptaan Linnaeus dikenal pula sebagai sistem numerik. Ciptaan Linnaeus ini
meupakan sistem yang dinilai revolusioner untuk masa itu, dan memberikan
pengaruh yang lebih besar dari pada sumbangan linnaeus yang lain,dan sistem ini
sengaja dirancang sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi tumbuhan dan ia
juga dianggap sebagai pencipta sistem tatanama ganda yang ia terapkan dalam
bukunya Species plantarum yang diterbitkan pada tanggal 1 mei 1753 yang menjadi
pangkal tolak berlakunya tatanama tumbuhan yang diakui. Sesungguhnya linnaeus
dianggap tidak tepat bila ia sebagai pencipta tatanama ganda. Sebelum linnaeus,
sistem tatanama ganda telah dirintis oleh caspar bauhin, yang dalam tahun 1623
dalam bukunya pinax theatri botanici telah menerapkan sistem tatanama ganda
pada tumbuhan. Karena besar jasa-jasa yang diberikan oleh linnaeus bagi
perkembangan taksonomi umumnya dan taksonomi tumbuhan khususnya bagi dunia ilmu
hayat linnaeus mendapatkan gelar sebagai “Bapak Taksonomi” baik hewan maupun tumbuhan dan juga mendapat
pengakuan dari negara yang diberikan oleh raja swedia yang mengangkat linnaeus
ke jenjang bangsawan, sehingga nama karl linne diubah menjadi karl von linne.
Periode Sistem Alamiah
Menjelang berakhirnya
abad ke-18 terjadi perubahan-perubahan yang revolusioner dalam
pengklasifikasiaan tumbuhan. Sistem klasifikasi yang baru ini disebut “sistem
alam” yaitu golongan yang terbentuk merupakan unit-unit ynag wajar (natural)
bila terdiri dari anggota-anggota itu,dan dengan demikian dapat tercermin
pengertian manusia mengenai yang disebut yang dikehendaki oleh alam. Secara
harfiah istilah “sistem alam” untuk aliran baru dalam klasifikasi ini tidak
begitu tepat karena pada hakekatnya semua sistem klasifikasi adalah sistem
buatan. Untuk sitem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini, digunakan
nama “sistem alam” (natural system) dengan maksud untuk memenuhi keinginan
manusia akan adanya penataan yang tepat yang lebih baik dari sistem-sistem
sebelumnya.
Periode Sistem Filogenetik
Teori evolusi, teori
desendensd atau teori keturunan seperti yang diciptakan oleh darwin merupakan
suatru teori hingga sekarang oleh sebagian orang terutama tokoh agama masih
dianggap kontroversial dan tetap ditentang kendati ajaran itu tetap diterima
dan cepat tersebar luas dikalangan kaum ilmuan yang begitu fanatik terhadap
teori ini sampai ada yang menyatakan, bahwa “ evolusi bukannya teori lagi,
tetapi adalah suatu aksioma yang tidak perlu diragukan kebenarannya, dan oleh
karenanya tidak perlu diperdebatkan lagi “. Sistem klasifikasi dalam periode
ini berupaya untuk mengadakan penggolongan tumbuhan yang sekaligus mencerminkan
urutan – urutan golongan itu dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan
demikian juga menunjukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan
yang lain. Jadi dalam klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “filogeni”
dan dari sini lahirlah nama “sistem filogenetik” kenyataanya, bahwa kemudian
muncul sistem klasifikasi yang berbeda, membuktikan bahwa persepsi dan
interpretasi para ahli biologi mengenai yang disebut filogeni itu masih berbeda
– beda.
Sistem Klasifikasi Kontemporer
Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang pesat dalam abad ke-20 ini pasti akan berpengaruh
pula terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan. Kecenderungan untuk
mengkuantitatifkan data penelitian dan penerapan matematika dalam pengolahan
data yang diperoleh telah menyusup pula ke dalam ilmu-ilmu sosial yang semula
tak pernah atau belum memanfaatkan matematika serta belum mempertimbangkan pula
kemungkinan-kemungkinan yang dapat di capai dengan penerapan pendekatan
kuantitatif matematik.
Perkembangan
teknologi, khususnya di bidang elektronika yang dalam abad nuklir maju dengan
pesat ini, telah pula menjamah bidang taksonomi tumbuhan, yang sejak beberapa
dasawarsa belakangan ini juga sudah di jalari “penyakit” penerapan metode
penelitian kuantitatif yang pengelohan datanya memanfaatkan jasa-jasa komputer
pula. Komputer telah digunakan secara luas dalam pengembangan metode
kuantitatif dalam klasifikasi tumbuhan, yang melahirkan bidang baru dalam
taksonomi tumbuhan yang dikenal sebagai taksonomi numerik,taksometri atau
taksonometri.
Pengolahan data
secara elektronik (EDP—Elektronic Data Processing), juga sudah diterapkan untuk
berbagai prosedur dalam penelitian taksonomi antara lain dalam penyimpanan dan
pengambilan laporan-laporan atau informasi.
Asas-Asas Klasifikasi
Klasifikasi pada
makhluk hidup adalah teknik untuk memisahkan atau mengelompokkan makhluk hidup
ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda yang berdasarkan persamaan ciri-ciri
tertentu. Klasifikasi makhluk hidup ini timbul karena adanya
perbedaan-perbedaan pada makhluk hidup yang disebut dengan variasi.
Pengklasifikasian makhluk hidup ialah untuk menyederhanakan suatu objek studi yang
banyak dan bervariasi sehingga dapat mempermudah mereka dalam mempelajari dan
mengenal setiap jenis makhluk hidup. Sejumlah keterangan mengenai ciri-ciri
bagian-bagian pada tubuh organisme yang digunakan untuk menentukan termasuk
kelompok manakah organisme itu. Keterangan itu disebut dengan kunci
determinasi.
Klasifikasi ialah
menempatkan bersama-sama dalam kategori hal-hal yang mirip satu sama
lain. Salah satu pola klasifikasi yang pertama-tama ialah menempatkan
semua bentuk hewan yang hidup habitat yang sama dalam satu kategori. Macam
kalsifikasi ini sering didasarkan pada prinsip bahwa makhluk yang memiliki
organ analog harus dikelompokkan bersama. Organ analog ialah organ yang
mempunyai fungsi yang sama. Sirip ikan dan sirip ikan paus serta sayap pingui
adalah organ analog karena semuanya digunakan untuk berenang. Sayap pada
burung, kelelawar, dan serangga merupakan organ analog yang memungkinkan hewan
tersebut dapat terbang. Adanya pengertian bahwa organisme-organisme dapat
menyerupai satu sama lain yang merupakan suatu cara yang benar-benar berarti,
memungkinkan naturalis Swedia, Carolus Linnaeus, menemukan sistem klasifikasi.
Pada tahun 1753, dia menerbitkan suatu klasifikasi tentang tumbuhan, lalu pada
tahun 1758 mengenai hewan. Untuk karya ini dia dijuluki sebagai bapak taksonomi
, nama yang diberikan telah mengenai klasifikasi. Semua makhluk yang
bersama-sama mempunyai organ homolog merupakan klasifikasi yang
berdasarkan pada kekerabatan. Semua makhluk yang bersama-sama mempunyai
organ-organ homolog adalah berkerbatan satu sama lain, karena mewarisi
organ-organ homolognya dari moyang yang sama.
Untuk mengenali dan
mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat
klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah
suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit
tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah
(yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum
atau Filum (hewan) / Divisio, Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku),
Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).
Kesimpulan
Adapun kesimpulan
dari paper ini yaitu Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan
pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem
klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan
struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut
dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki
persamaan dalam kategori lain.Adapun tujuan untuk mempermudah mengenal objek
yang beranekaragam dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri serta sifat
pada objek tersebut. Klasifikasi berguna untuk menunjukan hubungan kekerabatan
diantara makhluk hidup. Keuntungan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah
mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup yang akan kita
pelajari. Selain itu klasifikasi juga memudahkan dalam memberi nama ilmiah kepada
individu atau populasi individu.Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan
klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda
pula, yang dari masa ke masa menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang
berlainan. Dan sejarah klasifikasi juga memiliki beberapa tahapan sehingga
terbentuk klasifikasi seperti sekarang yang kita semua ketahui.
Saran
Semoga manusia lebih
memanfaatkan klasifikasi ini dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
sehingga dapat memudahkan manusia dalam pencaharian dan dapat menggali dan
mengkaji tentang bagaimana sistem klasifikasi, karena dengan mempelajari
klasifikasi dapat memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat
beraneka ragam dan mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu
dengan yang lain.
Daftar Pustaka
Aristo, Mukhamad. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup dan
Sejarahnya. http://www.wenext.net/sistem-klasifikasi-makhluk-hidup-dan-sejarahnya/
Diakses 10 Februari 2018
Ecrivain,
Misterluthfi. (2013). Perkembangan Sistem
Klasifikasi Makhluk Hidup. http://www.zonabiokita.web.id/2013/06/perkembangan-sistem-klasifikasi-makhluk.html Diakses 10 Februari
2018
Gembong
Tjitrosoepomo. 1993. Taksonomi Umum. 1993. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press file:///C:/Users/User/Downloads/prinsip-dasar-klasifikasi.pdf
Diakses 10 Februari 2018
Hartono,
(2011). Morfologi dan Klasifikasi
(Online): https://mukegile08.wordpress.com/2011/06/06/morfologi-dan-klasifikasitanaman-kangkung/ . Diakses 10
Februari 2018
Tentorku.
(2015). Sejarah dan Definisi Taksonomi.
http://www.tentorku.com/taksonomi-definisi-dan-sejarah-awal/ Diakses 10 Februari
2018
Komentar
Posting Komentar